Friday, April 15, 2011

Pondan ditugas untuk kutip hutang di Pakistan



KARACHI – Terlambat membayar hutang mungkin anda akan mendapat surat peringatan. Namun di Karachi, kota terbesar di Pakistan, anda akan bertemu dengan penagih hutang transgender.

Sebagai langkah Pemerintah Pakistan untuk mengatasi meningkatnya penghindaran hutang, petugas hutang di Karachi memanfaatkan Riffee, seorang transgender, dan rakan-rakannya sebagai penagih hutang. Riffee dan rakannya akan mendatangi rumah atau tempat usaha penunggak hutang, tujuannya untuk mempermalukan para penunggak hutang hingga akhirnya mahu membayar.

Riffee dan dua rakannya, Sana dan Kohan, secara fizik adalah laki-laki, namun mereka lebih suka dipanggil dan berpakaian seperti wanita. Tugas mereka cukup sederhana, setiap pagi mereka ke tempat kerja dan mengambil daftar penunggak hutang. Satu per satu mereka mendatangi rumah atau pejabat penunggak hutang. Lalu menggoda dan membuat keributan agar orang yang mereka datangi mahu membayar pajak.

Namun demikian, belum jelas apakah taktik tersebut cukup efektif, tapi para petugas pajak bersikeras kalau tidak efektif mereka tidak akan mungkin melakukannya.

“Kehadiran mereka boleh membuat malu penunggak hutang,” ujar inspektor hutang Hussein Bhatti seperti dikutip CNN, Jumaat (15/4/2011).

Di negara dimana banyak yang mengatakan pengadilan lemah dan polis boleh disuap, Riffee dan teman-temannya boleh menjadi upaya terakhir, meskipun tidak biasa.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...